SUARA INDONESIA GRESIK

Kisah Inspiratif Babinsa di Gresik, Sukses Bisnis Udang Vanami dan Menciptakan Lapangan Pekerjaan

Syaifuddin Anam - 02 November 2020 | 10:11
TNI/Polri Kisah Inspiratif Babinsa di Gresik, Sukses Bisnis Udang Vanami dan Menciptakan Lapangan Pekerjaan
Pelda Imam Safi'i tengah memeriksa kondisi udang di lahan tambaknya

GRESIK – Ditengah kesibukan tugas sebagai TNI Angkatan Darat (AD), Pelda Imam Safi’i ternyata mempunyai kesibukan lain yang tak banyak orang ketahui. Yakni, budidaya udang vanami tambak tradisional.

Usaha yang dijalani terbilang sukses dan menginspirasi. Bagaimana tidak, dia telah berhasil meningkatkan perekonomian masyarakat dengan membuka lapangan pekerjaan.

Pelda Imam Safi'i memang dikenal ulet dalam menjalankan tugas di Koramil Dukun. Begitu pula dengan bisnis sampingannya, sebagai petambak udang vanami. Tak ayal, usaha yang digeluti sejak 2017 terbilang moncer.

Imam Safi'i berkisah, sudah lima tahun dirinya menjalani bisnis budidaya udang vanami. Hal itu dilakukan karena banyaknya petambak yang pesimis karena hasilnya tidak maksimal. Sehingga setiap panen selalu merugi.

Dari situlah dirinya tergerak mencari inovasi dan terobosan baru. Membuat penangkaran bibit udang vanami secara mandiri. Mulai dari membeli bibit benur yang baik dari salinitas 20 sampai 25 persen kadar garam, kemudian diturunkan ke salinitas 0 persen air tawar.

Hasilnya diluar ekspektasi. Terobosan yang dilakukan pria berusia 41 tahun itu ternyata berhasil. Hasil tebar bibit vanami dalam satu rean yang biasanya hanya menghasilkan 10 kilogram, kini meningkat menjadi 20 kilogram.

Atas keberhasilan itulah dirinya sampai kewalahan melayani permintaan bibit vanami unggul. "Dulunya hanya 25 rean per hari, sekarang meningkat menjadi 100 sampai 200 rean per hari," ujar Babinsa yang bertugas di Desa Tirem Enggal itu, Minggu (1/11/2020).

Tidak hanya berhasil secara ekonomi, Imam Safi'i juga membantu perekonomian warga sekitar dengan memperkerjakan mereka untuk membantu penjualan dan packing.

"Usaha udang vanami saya lakukan selepas pulang dinas. Dalam waktu luang saya berusaha membantu masyarakat yang budidaya udang vanami," ujar lelaki asal Lamongan itu.

Bahkan, bisnis yang dijalani anggota Kodim 0817 Gresik itu sudah diakui oleh para petambak tradisional dari berbagai daerah. Mulai dari Gresik, Lamongan, Tuban, Surabaya hingga Pasuruan.

Salah satu petani tambak asal Desa Tirem Enggal, Kecamatan Dukun, Maksum (49), mengaku sangat terbantu dengan ketersediaan bibit vanami yang unggul.

Pasalnya, selama ini petambak udang vanami di wilayahnya banyak kesulitan mendapat bibit berkualitas. Sehingga saat panen tidak sesuai harapan.

"Kami sangat bersyukur dan terimakasih, berkat pak Pelda Imam petambak disini tidak kesulitan mendapat bibit vanami yang berkualitas," ungkapnya singkat.

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Syaifuddin Anam
Editor :

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya