GRESIK - Gelombang demonstrasi tolak Omnibus Law di Kantor DPRD Gresik kembali terjadi. Kali ini ratusan mahasiswa dari berbagai aliansi meluruk kantor wakil rakyat itu.
Pantauan di lapangan, demo sempat terjadi kericuhan antara mahasiswa dengan aparat kepolisian. Karena pendemo tak terima ban bekas yang mereka bakar dimatikan oleh aparat kepolisian.
Aksi lempar botol air mineral pun menyasar ke petugas keamanan dan gedung dewan. Kericuhan itu tidak berlangsung lama. Ban dan banner bekas dibakar diamankan polisi. "Sudah-sudah," teriak seorang pendemo yang menenangkan kawannya.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa, sejumlah polisi disiagakan di barisan terdepan membawa alat tameng. Polisi juga membawa dua anjing pelacak (K9).
"Kami minta DPRD menandatangani pakta integritas sebagai bentuk menyetujui aspirasi mahasiswa," ungkap Khoirul Alim salah satu orator.
Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir langsung menemui pendemo dengan naik mobil komando. Wakil rakyat itu menyetujui dan sepakat dengan aspirasi yang disampaikan pendemo.
"Kami sependapat dengan adik-adik mahasiswa. Aspirasi ini akan kami lanjutkan ke Jakarta," ungkap Abdul Qodir
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Syaifuddin Anam |
| Editor | : |
Komentar & Reaksi