GRESIK - Ribuan buruh meluruk kantor DPRD Gresik menolak Undang-Undang (UU) Cipta Kerja. Mereka menolak UU Cipta Kerja karena merugikan kaum buruh.
Ribuan buruh mengendarai sepeda motor dan beberapa mobil komando tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI), Serikat Pekerja Nasional (SPN) dan Federasi Serikat Pekerja Perkayuan dan Kehutanan Indonesia (FSP Kahutindo) Kabupaten Gresik bergabung dalam seketariat Bersama ( SEKBER) Gresik.
Mereka melakukan aksi turun ke jalan mereka mendatangi kantor DPRD Gresik. Sayangnya, kehadiran mereka tidak ditemui anggota DPRD Gresik. Kantor wakil rakyat itu kosong mlompong.
Setelah mendatangi Kantor DPRD Gresik, ribuan buruh itu melanjutkan ke kantor Pemkab Gresik di Jalan dr. Wahidin Sudirohusodo. Tuntutan mereka sama.
Menolak pengesahan UU cipta kerja yang telah disahkan DPR RI tadi malam. Meskipun UU Omnibuslaw sudah disahkan tidak menjadi penghalang buruh untuk turun ke jalan melakukan penolakan.
"Rakyat tetap menolaknya maka undang-undangnya lemah," tegas Ali Muchsin di Kantor DPRD Gresik, Selasa (6/10/2020).
Beberapa poin dalam UU cipta kerja yang dinilai memberatkan kaum buruh. Salah satunya cuti haid dihilangkan. "Apa ini tidak merugikan kau perempuan,” ungkapnya.
Informasi yang dihimpun kekosongan kantor wakil rakyat itu karena beberapa anggota dewan sedang melakukan kunjungan kerja.
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : |
| Editor | : |
Komentar & Reaksi