default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

PDI-P Nilai Pertemuan Surya Paloh dan Sohibul Terkait Agenda Politik 2024

PDI-P Nilai Pertemuan Surya Paloh dan Sohibul Terkait Agenda Politik 2024
Peristiwa Nasional
Ketua DPP PDI-Perjuangan, Ahmad basarah sat dikonformasi suaraindonesia.co.id di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (8/11/2019).
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

JAKARTA- Ketua DPP PDI-Perjuangan, Ahmad basarah menilai pertemuan dengan Ketua umum Nasdem Surya Paloh dan Presiden PKS Sohibul iman syarat dengan agenda politik terkait pemilu 2024.

"Saya memandangnya pada perspektif partai NasDem mungkin sedang mempertimbangkan persiapan mereka di tahun 2024, sehingga apa yg mereka lakukan, termasuk bertemu dengan teman-teman PKS dan lain sebagainya itu sebagai salah satu cara untuk merumuskan, merencanakan strategi perjuangan mereka di masa yang akan datang," kata Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Lebih lanjut, Dia menilai hubungan antarpartai politik harus dilihat sebagai hubungan antarkepentingan, tak terkecuali pertemuan Surya Paloh dan Sohibul iman.

"Ya kalau saya melihat hubungan antarpartai politik, tentu kita harus membaca hubungan antarkepentingan. Tidak ada perkawanan yang abadi dan permusuhan yang abadi, yang ada adalah kepentingan itu sendiri," jelasnya.

Basarah mengatakan dalam hubungan antarpartai, setiap partai politik akan memperhitungkan kepentingan politiknya di masa depan, terutama menyangkut Pilpres 2024. Dia menilai dinamika politik itu jangan selalu dikaitkan dengan hubungan personal.

"Saya kira dalam perspektif itu kita harus membaca segala macam dinamika dan aktivitas pimpinan-pimpinan parpol sebagai bagian dari satu dinamika politik yang wajar-wajar saja. Jangan dikaitkan dalam hubungan yang bersifat personal," terangnya.

Basarah mencontohkan ada partai yang saat kampanye berbeda kubu, lalu bergabung saat proses pemilu selesai. Menurutnya, hal itu wajar saja terjadi.

"Jadi antara berpisah dan bertemunya, grouping dan re-grouping dalam satu hubungan partai politik harus kita baca sebagai satu dinamika yang normal dalam hubungan antarparpol dalam menjaga kepentingan partainya masing-masing," ucapnya.


Kontributor : Anas
Editor : Imam Hairon
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar